dr. Elbert Wiradarma, Sp.N (Neurologist) I dr. Berto (Hospital Director) I Thesalonika Alvina (Content Writer)
Tahukah Anda? Stroke adalah penyebab disabilitas dan kematian nomor 2 di dunia. Faktanya, stroke menjadi penyebab utama kecacatan fisik dan kematian di Indonesia; dengan persentase 11,2% dari total kecacatan dan 18,5% dari total kematian.1 Berdasarkan data tersebut, sangatlah penting untuk mengetahui gejala dan penyebab stroke, untuk terhindar dari efek yang berkelanjutan.
Apa itu Stroke?

Sebelum membahas lebih lanjut gejala dan penyebab stroke, mari kita pahami dahulu pengertian kondisi satu ini. Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terganggu. Ada 2 hal yang bisa menyebabkan kondisi ini, yaitu penyumbatan pembuluh darah otak (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah otak (stroke hemoragik).2 Jadi, bisa dipahami kalau stroke terbagi menjadi 2 tipe, yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik.
Walaupun berbeda, kedua kondisi ini sama-sama menyebabkan area tertentu pada otak gagal mendapat pasokan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel otak mulai mati. Penting untuk Anda ketahui, stroke adalah keadaan darurat medis. Sangat penting untuk mendapatkan pertolongan medis saat seseorang mengalami stroke. Lebih cepat lebih baik, karena pertolongan medis bisa mengurangi kerusakan otak atau komplikasi lainnya. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai 2 tipe stroke ini.
Stroke Iskemik
Seperti yang sempat kita bahas, stroke iskemik terjadi karena terjadinya penyumbatan di pembuluh darah otak. Namun, bagaimana penyumbatan ini bisa terbentuk? Ada 2 cara utama terbentuknya penyumbatan:
1. 2 Cara Terbentuknya Penyumbatan Pada Stroke Iskemik
Stroke iskemik merupakan stroke yang tidak jarang terjadi (sekitar 87%), dapat terjadi karena penyumbatan yang menghalangi otak mendapatkan suplai oksigen.⁵ Berikut adalah 2 cara terbentuknya penyumbatan pada stroke iskemik:⁴
a. Trombotik

Anda bisa membayangkan trombotik seperti wastafel tua yang sudah mampet. Plak (lemak dan kolesterol) berkumpul di dinding dalam pembuluh darah otak (aterosklerosis). Lama kelamaan, area bukaan pembuluh darah akan semakin sempit dan penyumbatan akan terbentuk di sini.
b. Embolik

Di sini, gumpalan akan terbentuk di area lain, dan ikut mengalir dalam peredaran darah hingga akhirnya sampai di otak. Setibanya di otak, gumpalan ini akan mencoba masuk ke pembuluh darah yang terlalu kecil, sehingga menyebabkan penyumbatan. Situasi ini cukup sering terjadi pada pasien fibrilasi atrium.
2. Gejala Stroke Iskemik
Gejala yang akan Anda rasakan tergantung pada bagian otak mana yang terserang stroke. Umumnya, berikut adalah beberapa gejala yang akan terjadi:
Kelumpuhan pada satu sisi wajah dan badan
Kesulitan berbicara
Disartria
Tidak bisa mengendalikan otot satu sisi wajah
Penglihatan menjadi blur
Kehilangan arah (ceroboh)
Vertigo
3. Penanganan Stroke Iskemik
Hal yang paling penting saat mengobati stroke iskemik adalah pengadaan kembali aliran darah di otak Anda. Tim medis akan berusaha melakukan ini secepat mungkin untuk menghindari kerusakan otak permanen, atau bahkan kematian.
2 tindakan yang paling umum dilakukan:
Terapi Trombolitik: Ini adalah obat-obatan yang dapat menghancurkan gumpalan darah. Tim medis akan menggunakan obat ini apabila stroke terjadi kurang dari 4 jam. Maka dari itu, pastikan Anda langsung mengunjungi rumah sakit terdekat pada saat gejala awal muncul.
Trombektomi: Berbeda dengan yang sebelumnya, trombektomi merupakan prosedur pengangkatan gumpalan darah. Di sini, dokter bedah akan memasukan kateter ke dalam pembuluh darah. Lalu, menggerakan kateter tersebut ke penyumbatan di area otak Anda. Gumpalan penyumbat ini akan divakum atau dihancurkan lalu bagian-bagiannya akan dihisap.
Anda mungkin akan membutuhkan pengobatan lainnya, seperti:
Terapi Oksigen: Selama serangan stroke, otak Anda tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup. Tim medis mungkin akan memberikan Anda masker oksigen dengan tujuan membantu tubuh dan otak Anda mendapatkan suplai oksigen yang cukup.
Hipotermia Ringan yang Disengaja: Tim medis juga mungkin akan menurunkan suhu tubuh Anda. Tidak perlu khawatir, ini dilakukan dengan perlahan dan aman. Tujuan dilakukannya hal ini adalah untuk memperlambat kerusakan otak setelah terjadinya stroke. Namun, hipotermia yang disengaja ini cukup jarang dilakukan.
Stroke Hemoragik
Berbeda dengan stroke iskemik, stroke hemoragik terjadi akibat pembuluh darah yang kelebihan muatan dan akhirnya bocor. Kebocoran ini akan menyebabkan perdarahan abnormal di area otak Anda, yang juga mencegah otak mendapatkan darah dan oksigen seperti yang seharusnya.
Perlu diperhatikan, stroke hemoragik juga menambah tekanan ekstra di dalam otak, yang mana dapat merusak atau mematikan sel-sel otak Anda. Stroke hemoragik dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.⁶
1. Gejala Stroke Hemoragik
Seseorang dapat mengalami beberapa atau salah satu dari gejala berikut:
Nyeri kepala hebat
Sensitif terhadap cahaya
Vertigo
Sulit berbicara
Disartria
Lumpuh di satu sisi tubuh
Kehilangan indra penglihatan, pendengaran, dan sentuhan
Leher kaku
Mual
Kejang
Hilang kesadaran
Koma
2. Penanganan Stroke Hemoragik
Ada beberapa prosedur penanganan stroke hemoragik, tim medis akan melaksanakan 1 dari 3 prosedur ini:
Bantuan pembekuan darah: Pada situasi tertentu, pembekuan darah memang bukan situasi yang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, pembekuan darah adalah cara alami tubuh Anda untuk mencegah perdarahan. Tim medis Anda mungkin akan memberikan vitamin K atau Prothrombin Complex Concentrate (PPC) untuk meningkatkan kemampuan tubuh Anda untuk menghentikan pendarahan di otak Anda.
Manajemen tekanan darah: Menjaga tekanan darah Anda dalam tingkat yang aman, dapat menghambat pendarahan di otak. Tindakan ini juga dapat membantu memperbaiki pembuluh darah yang rusak. Di sini, tim medis akan memberikan obat pengendali tekanan darah melalui infus untuk menjaga tekanan darah Anda berada di level yang aman.
Prosedur bedah stroke hemoragik: Akumulasi darah dari stroke akan memberikan tekanan terlalu tinggi pada pembuluh darah. Anda akan butuh operasi darurat bila stroke berpotensi menambah tekanan intrakranial (tekanan dalam rongga tengkorak). Dokter bedah akan mengangkat darah ekstra tersebut dengan tujuan mengurangi tekanan di otak Anda.
Kenali Akronim BE FAST!

Akronim BE FAST seringkali menjadi penanda yang baik untuk mengenali gejala stroke. Namun, untuk mengenali gejala stroke hemoragik, akronim ini memiliki satu kelemahan. Kelemahannya terletak di tidak adanya penanda untuk gejala nyeri kepala hebat.
Meskipun begitu, bukan berarti akronim ini sama sekali tidak berguna, bahkan gejala lainnya akan lebih terlihat pada stroke hemoragik, dibandingkan stroke iskemik.
Berikut ini adalah penjelasan dari akronim BE FAST:
Balance (keseimbangan), perhatikan, apakah penderita terlihat seperti kehilangan keseimbangan?
Eyes (penglihatan), pastikan apakah penglihatan korban masih baik-baik saja atau pandangan sudah blur atau bahkan melihat ganda.
Face (wajah), Anda bisa meminta penderita stroke untuk tersenyum. Lalu, lihat apakah salah satu sisi wajahnya lemas/asimetris?
Arms (lengan), minta penderita untuk mengangkat kedua tangannya. Apakah salah satunya tiba-tiba jatuh? Atau bahkan mereka tidak bisa mengangkat salah satu tangannya?
Speech (ucapan), silakan minta orang tersebut untuk mengulangi perkataan sederhana. Apakah perkataannya tidak jelas atau berbeda dari biasanya?
Time (waktu), jika Anda melihat salah satu atau semua dari tanda-tanda ini, langsung hubungi IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan secepat mungkin.
Upaya Pencegahan Stroke
Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk memastikan diri Anda atau orang-orang terdekat Anda terhindar dari stroke? Pada umumnya, pencegahan stroke kurang lebih sama dengan cara mencegah penyakit jantung, yaitu intinya untuk menerapkan pola hidup sehat dan mengontrol faktor risiko, seperti:³
Tidak merokok
Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
Menjaga tekanan darah tetap normal
Memastikan berat badan tetap ideal
Rutin berolahraga
Mengonsumsi makanan sehat
Menjaga kadar gula darah & kolesterol tetap normal
Upaya pencegahan stroke yang sudah disebutkan akan berdampak lebih baik apabila dibarengi dengan medical check up rutin. Maka dari itu, pastikan Anda juga ikut mengecek kesehatan menyeluruh secara rutin agar kesehatan Anda maksimal! Cukup banyak rumah sakit yang menawarkan MCU rutin, salah satunya adalah Altius Hospitals. Tidak hanya menawarkan MCU, tapi Altius Hospitals juga menawarkan promo menarik MCU yang bisa Anda dapatkan.
Referensi
https://kemkes.go.id/eng/cegah-stroke-dengan-aktivitas-fisik
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/symptoms-causes/syc-20350113
Langhorne, P., Bernhardt, J., & Kwakkel, G. (2011). Stroke rehabilitation. The Lancet, 377(9778), 1693–1702. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(11)60325-5
Cleveland Clinic. (2022). Ischemic Stroke (Clots): Causes, Symptoms & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24208-ischemic-stroke-clots
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (2025). Intracranial Atherosclerotic Disease (ICAD). National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/health-information/disorders/intracranial-atherosclerotic-disease-icad
Cleveland Clinic. (2022a). Hemorrhagic Stroke: What It Is, Causes, Symptoms & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23969-hemorrhagic-stroke