dr. Edih Suyanto, Sp.B, FICS, CCWC I dr. Berto (Hospital Director) I Thesalonika Alvina (Content Writer)

Pernahkah Anda merasakan nyeri di area perut bawah saat bersin dan/atau batuk? Umumnya sensasi nyeri ini bukanlah hal yang penting. Namun, hal ini akan menjadi penting saat Anda juga memiliki benjolan di area permukaan tubuh. Kenapa? Karena kondisi inilah yang disebut dengan hernia.

Apa itu Hernia?

hernia sites

Hernia atau turun berok adalah kondisi di mana organ-organ dalam tubuh jadi menonjol melalui dinding otot. Hal ini dikarenakan dinding otot yang melemah atau semakin aus, seiring berjalannya waktu. Tidak hanya dapat terjadi saat sudah dewasa, hernia juga dapat muncul sejak lahir.1 

Hernia dibedakan menjadi 4 macam, yaitu hernia reponible, hernia irreponible, hernia inkarserata, dan hernia strangulata. Apa yang membedakan 4 macam hernia ini? Perhatikan informasi di bawah ini:5

  1. Hernia reponible: Biasa terjadi di daerah lipat paha atau pusar, tampak keluar-masuk.

  2. Hernia irreponible: Terjadi di daerah lipat paha atau pusar juga, tempatnya sudah menetap. Tidak menyebabkan gangguan fungsi organ.

  3. Hernia inkarserata: Tipe hernia yang tempatnya sudah menetap juga. Namun, menyebabkan gangguan fungsi organ lain (sumbatan usus).

  4. Hernia strangulata: Kondisi darurat karena pembuluh darah sudah terjepit. Jika tidak segera mendapat pertolongan, pembuluh darah di area akan mati dan terjadi penimbunan racun.

Perlu diketahui, pengidap juga mungkin akan merasakan nyeri yang memburuk saat melakukan aktivitas tertentu, seperti ketika mengangkat barang atau berdiri untuk waktu yang lama. Sebagian besar penyakit hernia tidak mengancam nyawa, tetapi tetap memerlukan bantuan medis karena hernia tidak dapat sembuh dengan sendirinya. 

Tipe-tipe Hernia

types of hernia

Menentukan hernia dapat dilihat dari area munculnya benjolan, berikut penjelasan lebih lengkapnya:2

1. Hernia Inguinal

Tipe hernia yang paling umum, mencakup 75% dari seluruh kasus hernia. Hernia inguinal seringkali ditemukan pada pasien laki-laki. Kondisi ini terjadi ketika sebagian usus Anda menonjol ke dalam jalur yang membentang ke bawah di bagian paha dalam Anda (saluran inguinal). Hernia tipe ini juga umum ditemukan pada atlet, khususnya cabang olahraga sepak bola, basket, dan olahraga dengan tekanan fisik lainnya.7

2. Hernia Femoral 

Adalah tipe hernia selangkangan yang jarang terjadi, sekitar 2-4% dari seluruh kasus hernia selangkangan. Berbeda dengan sebelumnya, hernia femoral umum ditemukan pada pasien perempuan. Hernia tipe ini muncul di kanalis femoralis, yaitu saluran yang ada di bawah kanalis inguinalis. Jaringan lemak dapat menonjol melalui saluran tersebut.

3. Hernia Hiatal

Terjadi saat celah di diafragma Anda merenggang, dan bagian atas lambung Anda terdorong naik melalui bukaan tersebut ke dalam area dada. Hernia hiatal sering kali terjadi pada pasien yang berumur lansia (>50 tahun).

4. Hernia Diafragma Kongenital

Merupakan kelainan lahir yang serius, di mana diafragma tidak menutup dengan baik selama perkembangan fetus. Kondisi ini dapat menyebabkan organ-organ perut masuk ke dalam rongga dada dan menekan paru-paru. Namun, perlu diketahui bahwa hernia tipe ini sangat jarang terjadi. 

5. Hernia Insisional

Terjadi ketika jaringan menonjol melalui bekas sayatan pada dinding perut yang melemah. Perlu diketahui, ini adalah efek samping yang umum dari operasi perut yang memiliki peluang 10% terjadi.

6. Hernia Pusar

Adalah tipe hernia bawaan lahir; dapat terjadi pada bayi prematur/berberat badan rendah dan perempuan dewasa. Terjadi ketika sebagian usus Anda menonjol melalui celah di dinding perut dekat pusar, mencakup 3% dari keseluruhan kasus hernia.

7. Hernia Ventral

Merupakan hernia yang muncul di dinding depan perut Anda. Tipe hernia pusar dan insisional masuk ke kelompok ini. Berbeda dengan beberapa yang telah disebutkan, hernia ventral dapat terjadi pada laki-laki (13.9%) dan perempuan (2.1%).

8. Hernia perineal

Terjadi ketika organ atau jaringan mendorong celah atau titik lemah di area rahim menuju rongga perut Anda. Hernia tipe ini lebih jarang ditemukan.6

Gejala Hernia

Tidak semua hernia memiliki gejala dan tiap tipenya juga memiliki gejala yang berbeda. Namun, Anda tetap bisa mengenalinya dari benjolan yang tiba-tiba muncul saat melakukan aktivitas tertentu. Sensasi tekanan atau nyeri dapat timbul saat hernia mulai muncul. 

Lalu, apakah gejala hernia berbeda untuk perempuan dan laki-laki? Pada umumnya, tidak ada perbedaan untuk perempuan dan laki-laki, tapi ada beberapa pengecualian. Misalnya, hernia selangkangan terkadang dapat menjangkau alat kelamin dan menyebabkan pembengkakan skrotum. Contoh lainnya, hernia femoral yang cenderung ditemukan pada pasien perempuan, dapat menyebabkan nyeri selangkangan.

Namun, jika mengalami gejala berikut Anda perlu segera mengunjungi rumah sakit terdekat:3

Apa Penyebab Hernia?

Hernia dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, berikut ini adalah beberapa penyebab hernia yang diketahui:3

1. Faktor internal

2. Faktor eksternal

Apakah Hernia Kondisi yang Serius?

Pada umumnya, hernia bukanlah kondisi yang serius, tapi jika dibiarkan, dapat menjadi serius. Apa yang membuatnya menjadi serius? Hernia akan menjadi kondisi yang serius ketika ia menyangkut di celah dinding otot dan tidak bisa kembali masuk. Tidak hanya menimbulkan rasa nyeri, tapi kondisi ini juga dapat menyebabkan beberapa jaringan terputus dari aliran darah, sehingga menyebabkan nekrosis (kematian jaringan).

Bagaimana Cara Mendiagnosis Hernia?

Pada umumnya, tes fisik akan cukup untuk mendiagnosis hernia. Tim medis Anda dapat melihat atau merasakannya, hernia juga mungkin akan muncul saat Anda diminta untuk melakukan posisi tertentu. Di sini, mereka akan mengecek apakah hernia dapat kembali “didorong” ke tempatnya untuk menentukan tingkat keparahannya. Namun, untuk mendiagnosis beberapa tipe hernia memang perlu bantuan tambahan, seperti CT-scan.2 

Bagaimana Cara Mengobati Hernia?

Mayoritas hernia memerlukan prosedur bedah untuk penanganannya, tapi tidak selalu menjadi solusi. Apabila Anda mengidap hernia ringan, tim medis mungkin akan menunggu beberapa saat untuk melihat perkembangannya. Meskipun begitu, hernia cenderung memburuk seiring berjalannya waktu, sehingga Anda akan direkomendasikan untuk segera memperbaikinya. Berikut adalah beberapa prosedur yang mungkin akan dilakukan dokter bedah dan tim medis Anda:4

  1. Sabuk Hernia (Truss Hernia): Bukanlah solusi jangka panjang, tetapi dapat sabuk hernia dapat membantu menahan benjolan selama beraktivitas.

  2. Pengobatan Anti Nyeri: Dapat meringankan rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang disebabkan hernia.

  3. Fisioterapi: Anda dapat melakukan berbagai latihan untuk memperkuat otot perut, seperti side plank, bridge pose, dll. Namun, fisioterapi bukanlah solusi untuk menutup celah hernia.

  4. Prosedur Laparoskopi: Merupakan prosedur laparoskopi minimal invasif, sehingga tidak akan menimbulkan terlalu banyak luka. Tidak perlu khawatir, prosedur bedah untuk hernia sudah cukup umum dilakukan. 

Apa yang Akan Terjadi Apabila Hernia Tidak Diobati?

Hernia minor mungkin tidak akan terlalu mengganggu. Namun, hernia cenderung akan berkembang seiring berjalannya waktu. Celah bukaan akan semakin lemah dan merenggang, sehingga akan semakin banyak jaringan yang memaksa masuk. Nah, semakin banyak jaringan yang memaksa masuk, semakin besar juga kemungkinannya jaringan tersebut akan terjepit. Alhasil, Anda akan merasakan nyeri dan komplikasi akan lebih mungkin terjadi.

Maka dari itu, untuk menghindari efek keberlanjutan dari hernia. Sangat disarankan untuk segera mengunjungi rumah sakit terdekat, jika Anda melihat ada benjolan/tonjolan di permukaan tubuh.

Mencegah Hernia

Upaya pencegahan untuk hernia bawaan lahir memang belum ditemukan. Akan tetapi, masih ada hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah hernia yang timbul akibat kebiasaan sehari-hari:2

  1. Mengangkat beban dengan teknik yang tepat (tekuk lutut saat mengangkat beban, jaga punggung tetap lurus).

  2. Pertahankan berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada dinding perut.

  3. Latihan penguatan otot inti (plank).

  4. Hindari menahan napas saat mengejan.

  5. Berhenti merokok karena dapat melemahkan otot jaringan.

Apakah Hernia Dapat Kambuh?

Bergantung pada tipe hernia dan penanganannya, ada peluang 5-30% untuk ini terjadi. Kenapa hernia bisa kambuh? Hernia dapat kembali terjadi, bahkan setelah ditangani tim medis, karena terjadinya infeksi, merokok, atau tekanan berlebihan di areanya. Perlu diketahui, durasi dan proses kambuhnya hernia tidaklah sebentar, tetapi membutuhkan bulan atau bahkan tahun.8 Hernia dapat kembali terjadi akibat dinding otot yang kembali melemah, infeksi, berat badan berlebih, atau merokok.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengunjungi Dokter?

Apabila Anda mengalami gejala seperti yang telah disebutkan di atas, silakan langsung mengunjungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan bantuan. Salah satu teknik laparoskopi yang cukup sering digunakan adalah TAPP (Transabdominal Preperitoneal). Minimal nyeri pascaoperasi, risiko infeksi rendah, dan pemulihan yang jauh lebih cepat adalah beberapa keunggulan dari teknik TAPP. Layanan ini dapat Anda dapatkan di Altius Hospitals, segera kunjungi Altius Hospitals untuk mendapatkan penanganan yang terbaik!

Referensi

  1. Rohmadani, A. G. (2023). BAB II Tinjauan Pustaka Hernia. https://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/7788/3/BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf

  2. Cleveland Clinic. (2023). Hernia | Cleveland Clinic. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15757-hernia

  3. NHS Choices. (2019). Hernia. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hernia/

  4. American College of Surgeons. (2020). Inguinal and Femoral Groin Hernia Repair. https://www.facs.org/media/0aihsqg0/groin_hernia.pdf

  5. Nurfrida Dahrii. (2026). LAPORAN HERNIA STRANGULATA. Scribd. https://www.scribd.com/document/598627245/LAPORAN-HERNIA-STRANGULATA

  6. Ikuo Watanobe, Shozo Miyano, Machida, M., & Hiroyuki Sugo. (2020). Primary anterior perineal hernia: A case report and review of the literature. Asian Journal of Endoscopic Surgery, 13(4), 600–604. https://doi.org/10.1111/ases.12800

  7. American Academy of Orthopedic Surgeons. (2023). Sports Hernia (Athletic Pubalgia) - OrthoInfo - AAOS. Www.orthoinfo.org. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/sports-hernia-athletic-pubalgia/

  8. Gopal, S. V., & Warrier, A. (2013). Recurrence after groin hernia repair-revisited. International Journal of Surgery, 11(5), 374–377. https://doi.org/10.1016/j.ijsu.2013.03.012