dr. Krisma Kurnia, Sp.PD, FINASIM (Internist - Endoscopist) I dr. Berto (Hospital Director) I Thesalonika Alvina (Content Writer)
Organ yang tidak diketahui fungsinya, tapi saat sakit akan sangat nyeri. Tidak lain dan tidak bukan, kita sedang membicarakan usus buntu. Kecil kemungkinannya usus buntu dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga prosedur bedah seringkali menjadi solusi. Maka dari itu, masih menjadi pertanyaan bagaimana sesuatu yang kecil dapat memberikan dampak yang begitu besar kepada kesehatan tubuh.
Apa itu Apendisitis?

Apendisitis adalah peradangan usus buntu. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat di perut bagian bawah terutama perut sebelah kanan bawah. Feses yang bergerak melalui usus besar dapat menyumbat atau menginfeksi usus buntu Anda, yang akhirnya akan terjadi peradangan. Nah, peradangan ini dapat menyebabkan usus buntu membengkak dan dapat pecah.
Penting untuk Anda ketahui, pecahnya usus buntu merupakan kondisi darurat medis. Hal ini dikarenakan bakteri yang sebelumnya ada di usus Anda dapat menyebar ke rongga perut. Jika tidak segera mendapat perawatan medis, infeksi perut (peritonitis) dapat menyebar ke peredaran darah dan memicu komplikasi yang mengancam nyawa (sepsis).¹ Melihat risikonya yang serius, satu-satunya solusi dari peradangan usus buntu adalah operasi.
Apakah Apendisitis Umum Terjadi?
Faktanya, Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kasus apendisitis. Pada tahun 2020, diketahui penyakit usus buntu di Indonesia mengalami peningkatan menjadi 621.435 orang. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa apendisitis berada di urutan kedua sebagai penyakit tidak menular yang paling banyak diderita di Indonesia, setelah penyakit jantung koroner.²
Apa Saja Penyebab Apendisitis?
Lokasi dan ukuran usus buntu membuatnya mudah terkena infeksi dan tersumbat. Usus besar Anda adalah rumah bagi banyak bakteri, dan jika terlalu banyak yang terjebak di usus buntu Anda, mereka akan berkembang biak terlalu cepat dan menyebabkan infeksi. Berikut adalah penyebab umum dari inflamasi, bengkak, dan penyumbatan di usus buntu:
Feses yang mengeras: Tipe feses ini membawa bakteri dan dapat menyumbat usus buntu Anda.
Limfoid hiperplasia: Usus buntu dapat meradang bukan hanya kotoran yang mengeras, tetapi juga karena reaksi sistem kekebalan tubuh.
Kolitis: Inflamasi di usus yang disebabkan dari infeksi atau peradangan usus, dapat mempengaruhi usus buntu. Infeksi ini dapat menyebar, atau inflamasi ini sendiri dapat mengiritasi usus buntu juga.
Bagaimana Cara Mengecek Kondisi Usus Buntu Sendiri?
Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengecek usus buntu sendiri di rumah. Berikut beberapa kondisi dan gejala yang perlu Anda perhatikan:¹
1. Jika Anda merasakan kondisi berikut, silakan langsung mengunjungi rumah sakit terdekat:
Memang pemeriksaan yang lebih jelas dan menyeluruh hanya dapat dilakukan oleh tim medis. Namun, jika Anda belum yakin dan ingin memastikan kondisi usus buntu di rumah, Anda bisa merasakan asal rasa nyeri yang Anda alami datangnya dari mana. Perhatikan jika rasa nyerinya berawal dari area perut kanan bawah, yang bisa memburuk bila penderita bersin, batuk, atau beraktivitas.
2. Gejala utama apendisitis yang mungkin akan Anda alami adalah nyeri perut
Ciri-ciri nyeri perut pada radang usus buntu antara lain:
Nyeri di bagian tengah perut atau ulu hati yang muncul tiba-tiba, lalu hilang timbul
Nyeri berpindah ke perut kanan bawah dalam beberapa jam
Nyeri bertahan di perut kanan bawah dan bertambah parah
Nyeri meningkat jika berjalan, batuk, bersin, atau perut kanan bawah ditekan
Di samping nyeri, penyakit usus buntu juga dapat disertai keluhan berikut:
Mual dan muntah
Perut terasa penuh
Demam dan menggigil
Lelah dan tidak enak badan (malaise)
Tidak nafsu makan
Perut bengkak, Anda akan merasa begah dan perut akan terlihat buncit. Inilah tanda bahwa usus buntu Anda sudah pecah.
Gejala saluran kemih, merasa perlu buang air kecil lebih sering dan lebih mendesak
Kelumpuhan usus, saat tubuh mulai mengarahkan aliran darah dari usus ke usus buntu, usus Anda dapat berhenti bergerak. Beberapa penderita juga dapat mengalami konstipasi dan merasa seperti tidak bisa membuang gas
Diare, beberapa penderita juga dapat merasa ususnya terlalu aktif, sehingga lebih sering buang air besar
Pemeriksaan Lanjutan oleh Tim Medis

Umumnya, usus buntu berada di titik McBurney. Pemeriksaan utama yang akan dilakukan tim medis adalah apa sensasi yang Anda rasakan saat titik ini ditekan. Tim medis dapat menemukan titik McBurney dengan cara mengukur jarak dari tonjolan tulang dekat pinggul Anda ke pusar.
Titik Blumberg, tekanan akan diberikan di sekitar area asal nyeri dan akan terasa lebih parah setelah tidak lagi ditekan.
Saat Anda batuk, nyerinya akan bertambah parah (titik Dunphy).
Saat tim medis memberikan tekanan di sebelah kiri bawah perut, timbul nyeri di sebelah kanan bawah perut Anda (titik Rovsing)
Jika usus buntu Anda berada di belakang usus besar, bukan di depannya, apendisitis akan mengiritasi otot psoas. Untuk meredakan rasa nyeri, Anda mungkin akan menekuk pinggul kanan untuk memendekkan otot. Di kondisi ini, tim medis akan mencoba untuk meregangkan pinggul kanan Anda atau memutarnya ke arah luar. Apabila Anda merasa nyeri, inilah yang disebut dengan tanda psoas. Sebaliknya, jika diputar ke dalam dan Anda merasa nyeri, ini yang disebut dengan tanda obturator.
Bagaimana Penanganan Apendisitis?
Usus buntu dapat ditangani oleh 3 macam prosedur, yaitu laparotomi, laparoskopi, dan appendiktomi.. Apa perbedaan 2 prosedur ini? Perbedaannya terletak pada teknik yang digunakan saat tindakan: laparotomi menggunakan teknik terbuka, sedangkan laparoskopi menggunakan teknik minimal invasif. Dokter bedah dapat menggunakan prosedur laparoskopi untuk mengangkat usus buntu Anda dan laparotomi jika terjadi komplikasi.¹ Di sisi lain, appendiktomi melibatkan pembuatan sayatan untuk memutus jaringan kontinuitas yang menyebabkan nyeri.
Lalu, berapa lama masa pemulihan setelah dilakukannya prosedur pengangkatan usus buntu? Durasi pemulihan bergantung kepada keadaan Anda, apabila hanya membutuhkan laparoskopi apendektomi sederhana, Anda dapat pulang di hari yang sama. Namun, jika Anda mengalami komplikasi atau menjalani prosedur laparotomi, Anda perlu dirawat di rumah sakit lebih lama.
Referensi
Cleveland Clinic. (2020). Appendicitis: Symptoms, tests, treatment & prevention. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8095-appendicitis
Wulandari, R. (2024). BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. http://eresources.thamrin.ac.id/id/eprint/1994/2/Ranti%20Wulandari_S1%20Keperawatan_2024%20-%20Bab%201.pdf